Tampilkan postingan dengan label PHOTOGRAPHY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHOTOGRAPHY. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

8 Cara Menghemat Konsumsi Baterai Kamera Digital



Baterai bagi kamera itu ibaratnya jantung dalam tubuh kita dan akan ada situasi dimana kita butuh strategi tertentu agar bisa menghemat konsumsi baterai kamera digital.
Misalnya saat bepergian ke tempat dimana colokan listrik tidak ada dan kita hanya membawa baterai cadangan yang terbatas: mendaki gunung, pergi ke daerah pelosok yang belum ada listrik.
Atau saat memotret momen penting dan ternyata indikator baterai di kamera sudah mulai berkurang banyak sementara acara masih jauh dari selesai. Atau saat kita benar-benar kelupaan membawa charger  atau baterai cadangan sementara mau beli juga tidak memungkinkan.

Dalam situasi seperti ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya konsumsi baterai lebih hemat dan baterai bisa lebih tahan lama. Sepanjang produsen kamera digital belum memanfaatkan teknologi panel surya untuk kamera mereka (mimpi), lakukan 8 cara dibawah ini agar konsumi baterai lebih awet, kecuali kalau anda ingin pulang lebih awal:

1. Matikan Auto Fokus dan Gunakan Manual Fokus Saja

Cara ini khusus bagi anda pemakai kamera DSLR atau mirrorless (selama kamera anda memiliki fitur manual fokus dan memiliki focusing ring di lensa). Perlu diingat bahwa saat autofokus aktif, maka setiap kali kita memencet tombol shutter release separuh kamera akan memerintahkan lensa untuk mencarai fokus dan secara mekanis lensa akan berputar mengunci titik fokus.
Dengan mematikan sistem autofokus kamera, maka kita bisa membuat kamera berdiet listrik. Pastikan anda tahu cara menggunakan manual fokus.

2. Sesedikit Mungkin Menyalakan Layar LCD

Kamera membutuhkan banyak energi listrik untuk menyaakan layar LCD yang ukurannya sekitar 3 inchi itu, untuk itu kalau anda tidak benar-benar membutuhkannya, jangan nyalakan layar LCD. Gunakan viewfinder untuk membidik dan tidak usah sering-sering mengecek hasil jepretan anda di layar LCD dan jangan gunakan live view.

3. Matikan Image Stabilizer/Vibration Reduction

Dengan mematikan IS/VR kita bisa memperpanjang konsumsi baterai sampai 20% lebih lama. Image stabilizer/vibration reduction membutuhkan banyak energi untuk menggerakkan elemen-elemen didalam lensa untuk memerangi shake sehingga foto lebih tajam. Memang sayang kalau fitur ini dimatikan, tapi jauh lebih sayang kalau kita mendadak harus berhenti memotret dan memasukkan kamera ke tas lalu pulang.

4. Naikkan ISO Dan Kurangi Flash

Built in flash yang ada di kamera akan sangat memboroskan baterai saat dipakai. Kalau prioritas anda sedang menghemat baterai, naikkan setting ISO supaya kebutuhan akan flash bisa dikurangi. Atau kita bisa mematikan flash sama sekali agar lebih hemat baterai lagi.

5. Memotret Lebih Selektif

Kalau sedang bekelimpahan sih kita bisa bebas saja memotret apapun yang kita pikir menarik, tanpa pandang bulu. Namun saat dituntut agar baterai bisa survive, memotretlah dengan lebih selektif. Pikirkan betul-betul apakah jepretan ini sesuai kriteria dan fokuslah pada apa yang benar-benar sesuai dengan tujuan utama.

6. Matikan Kamera Setiap Kali Selesai Memotret

Setiap kamera memiliki fitur auto turn off alias mati dengan sendirinya saat tidak dipakai. Jangan tunggu sampai mereka mati sendiri, setiap kali selesai memotret meski hanya satu jepretan, langsung matikan.

7. Matikan Sensor Cleaning

Beberapa kamera memiliki fitur bernama sensor cleaning, dan sensor ini akan aktif setiap kali kita menyalakan atau mematikan kamera. Matikan sensor cleaning dari dalam menu kamera sehingga setiap kali kita menyalakan dan mematikan kamera, mereka tidak akan diaktifkan sehingga lumayan bisa menghemat konsumsi baterai.

8. Matikan Auto Review

Baik kamera DSLR ataupun pocket memiliki fitur bernama auto review. Pada intinya setiap kali selesai mengambil foto, kamera akan menampilkan hasil jepretan anda di layar LCD untuk sekejap sehingga kita bisa mengamati hasil fotonya. Matikan fitur ini, cek buku manual anda untuk mengetahui cara mematikan fitur ini.
Nah selamat deg-degan. Lain kali pastikan charger serta baterai cadangan anda bawa dan dalam jumlah yang mencukupi

Jumat, 01 Februari 2013

7 KEISTIMEWAAN LENSA PRIME 50MM




Sebuah lensa dengan focal length fixed sepanjang 50mm ini sebenarnya sangat mirip secara focal length dengan saat kita menggunakan lensa kit 18-55mm yang dizoom maksimal. Bagi kamera crop, lensa prime 50mm adalah sebuah lensa tele pendek sementara bagi kamera full frame, lensa ini adalah lensa standar.

Jika anda belum pernah menggunakan lensa ini, mungkin akan timbul pertanyaan: buat apa membeli sebuah lensa yang tidak bisa dizoom dan memiliki focal length canggung? 50mm?? kenapa tidak lensa lebar atau lensa tele sekalian?. Apalagi jika anda sudah terlanjur memiliki lensa kit dimana focal length 50mm termasuk didalamnya.

Ternyata oh ternyata, sebuah lensa 50mm adalah sebuah lensa fantastis dan sangat berguna, tidak percaya?

Mari kita ketahui 7 keistimewaan lensa prime 50mm :

1. Cepat

Lensa prime 50mm memiliki aperture maksimal yang memungkinkan kita memotret di kondisi minim cahaya. Dengan bukaan maksimal f/1.8 atau f/1.4, kita masih bisa memotret di kondisi remang saat lensa lain sudah menyerah.

Sebagai contoh, lensa Canon EF 50mm f/1.4 memiliki aperture maksimal di posisi f/1.4. Sementara lensa kit 18-55 mm memiliki apeture maksimal di posisi f/5.6. Dari hitungan stop, maka lensa prime 50mm f/1.4 memiliki 4 stop lebih cepat dibanding lensa kit tadi (apa itu stop dalam fotografi?)

Stop adalah jumlah yang sangat banyak. Ini artinya anda bisa memotret tanpa bantuan flash saat mulai remang, atau juga bisa menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus.

2. Performa Optik Sangat Bagus

Kualitas gambar yang dihasilkan dari lensa 50mm, bahkan yang murah sekalipun (50mm f/1.8 misalnya) biasanya sangat tinggi. Lensa ini membantu anda menghasilkan foto yang lebih tajam dan juga berarti anda tidak perlu banyak mengeluarkan uang untuk menghasilkan foto yang bagus.

Lensa prime 50mm sudah ada sejak puluhan tahun lalu yang artinya produsen lensa sudah sangat berpengalaman dengan lensa ini. Ditambah lagi desain dan susunan optik didalamnya relatif lebih simpel dibanding lensa lain, apalagi jika dibandingkan lensa zoom. sebuah lensa prime 50mm murah sekalipun bisa memberi anda kualitas foto yang tajam, renyah sekaligus bebas chromatic aberration.

3. Bisa berfungsi Sebagai Lensa Portrait di Kamera Crop

Di kamera crop dengan crop factor 1.5, lensa prime 50mm memiliki panjang focal efektif 75mm (50 x 1.5). Ini artinya jika anda memiliki kamera DSLR crop, maka anda sudah memiliki lensa tele pendek yang ideal untuk foto portrait.

4. Tanpa Zoom alias Fixed

Sudah jelas sih kalau lensa prime adalah lensa fixed alias tidak bisa dizoom. Untuk mengubah framing sebuah obyek foto, kita harus menggerakkan badan dan kadang kaki. Tanpa disadari, kemampuan komposisi dan pemahaman tabiat anda terhadap lensa ini mulai terbentu secara otomatis akibat kita harus bergerak untuk mendapat angle yang sesuai. Ini jelas sebuah nilai positif.

Keterbatasan tidak bisa zooming membuat kita menjadi lebih kreatif dan lebih melatih mata sekaligus membantu kita memahami aspek penting dalam fotografi: komposisi dan cahaya. Baca lensa zoom versus lensa prime.

5. Enteng

Hampir semua lensa prime 50mm memiliki bobot yang enteng dibandingkan jenis lensa lainnya (well kecuali lensa 50mm f/1.2 L milik Canon). Saat anda harus banyak berjalan atau sedang traveling, faktor bobot menjadi lumayan krusial. Memotret sebaiknya adalah proses yang bisa dinikmati, dan berjalan-jalan membawa lensa sebarat 1 kilo atau lebih adalah proses yang kurang nikmat. Tidak akan terjadi saat anda membawa lensa prime 50mm, enteng dan memotret juga menjadi lebih nikmat.

6. Mudah Disulap Menjadi Lensa Makro

Sebuah lensa prime 50mm adalah lensa idela jika anda ingin memiliki lensa makro tanpa harus membeli lensa khusus makro. Dengan memanfaatkan extension tube (baca caranya disini) atau anda bisa memasangnya dengan terbalik memanfaatkan reverse ring (baca triknya disini), kita menyulap lensa prime 50mm menjadi sebuah lensa dengan kemampuan makro yang kualitasnya sangat bagus.

7. Murah

Lensa prime 50mm adalah sebuah lensa dengan kualitas fantastis dan yang lebih penting lagi harganya sangat terjangkau dibandingkan lensa lain. Anda bisa membeli lensa prime 50mm f/1.8 baik Nikon maupun Canon dengan harga sekitar Rp. 1 Juta.

6 TIPS MEMOTRET WAJAH DENGAN KARAKTERISTIK KHAS



Kadang kala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya : hidung yang pesek, pipi tembem, kupingnya gede dll) – karena tiada manusia yang sempurna.

Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.

  1. Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya

  1. Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak atau banyak jerawatnya, gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini


  1. Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol

  1. Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.


  1. Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang

  1. Jika wajah teman lumayan tembem, kasih tahu supaya diet (he he) lalu aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja.


Rabu, 23 Januari 2013

CARA AMAN MENYIMPAN TUTUP BODY LENSA


Saat mengeluarkan kamera dan lensa dari tas kamera, apa yang pertama kali kita lakukan? Kita selalu membuka penutup body (body cap) dari depan kamera serta membuka penutup belakang lensa (lens rear cap) dari ujung belakang lensa. Pada saat itu tanpa kita sadari kita memegang dua hal yang menjadi sumber utama debu yang bisa masuk langsung ke sensor kamera.

Bagaimana kita menyimpan kedua cap tadi seringkali menjadi pembeda antara sensor yang selalu bersih dan sensor yang kotor. Bayangkan seandainya kita menyimpan body cap dikantong celana, tempat dimana banyak sekali debu yang bisa menempel ke cap. Lalu saat kita akan menutupkan kembali body cap tadi ke kamera, maka banyak sekali kotoran akan rontok ke sensor, ngeri bukan? Begitu pula dengan lens cap, jika bagian dalamnya terkena banyak kotoran maka bagian belakang lensa pun akan ikut terkotori yang ujung-ujungnya bisa rontok jatuh ke sensor.

Nah sebenarnya cara yang aman untuk menyimpan body cap serta lens cap belakang sangatlah mudah. Cukup kita pasangkan keduanya, putar sampai rapat, maka bagian dalam kedua cap akan terlindung dari kotoran dan debu. Setelah itu barulah bisa kantongi, anda lempar keduanya ke tas kamera lagi atau apapun, yang penting bagian dalamnya rapat.